Diskusi Pakativa CERITA KAMPUNG PULAU DAN KETERANCAMANNYA DARI PERUBAHAN IKLIM Bersama Direktur Walhi Malut dan MPA/KPA Se Maluku Utara

Maluku Utara makin rentan terhadap dampak ekologis karena dihadapkan pada ancaman bahaya perubahan iklim yang disebabkan daya dukung hutan di daerah ini terus berkurang.

Peringatan itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Maluku Utara, Achmad Rusdy Rasid dalam diskusi bersama Mahasiswa Pencinta Alam dan Kelompok Pecinta Alam se-Maluku Utara, Jumat 28 Agustus 2020.

Dalam diskusi yang difasilitasi LSM Paka Tiva itu, Rusdi mengungkapkan wilayah Maluku Utara memiliki luas 145.801,1 kilometer persegi, yang meliputi lautan seluas 113.818,60 kilometer persegi (78,06 %) dan luas daratan 31.982,50 kilometer persegi (21,94 %).

Sedangkan total luasan hutan di Maluku Utara sebesar 2.519.623.91 hektar. Dan masalahnya dari luasan itu, hutan seluas 76.800,51 hektar telah diberikan kepada 41 pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk kegiatan pertambangan, Pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan 59.949,14 hektar, Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada hutan alam 735.941 hektar, IUPHHK pada hutan tanaman 67.684 hektar, dan IUPHHK pada hutan tanaman rakyat 19.438 hektar. Sementara hutan lindung 577.504,18 hektar, hutan konservasi 218.955,20 hektar dan hutan produksi 1.711.536,10 hektar.

Masih ada lagi konsesi untuk 96 IUP yang saat ini sudah masuk tahap operasional produksi dan 3 kontrak karya sebesar 614.881,17 hektar.

Berita ini dimuat di Diahinews.com, klik di sini untuk berita lengkap